HUBUNGAN ANTARA PARITAS IBU BERSALIN DAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RSUD INDRAMAYU PERIODE JANUARI – JUNI TAHUN 2015
Keywords:
Paritas ibu bersalin, Berat Badan Bayi Baru Lahir, Kejadian RupturAbstract
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 yaitu : Angka kematian ibu 359 /100.000 (KH), sedangkan sasaran kematian maternal 2013 adalah 102/100.000 (KH). Penyebab utama dari kematian ibu di Indonesia tersebut adalah perdarahan (27%). Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti dengan melihat buku register di ruang bersalin RSUD Indramayu pada tanggal 14 – 24
Desember 2015 kejadian ruptur perineum sebanyak 57 orang (67,5%), dan tidak terjadi ruptur 28 orang (32,9%) dari total ibu bersalin sebanyak 85 orang orang. Tujuannya ingin mengetahui hubungan antara paritas ibu bersalin dan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perinium pada persalinan normal di RSUD Indramayu periode Januari – Juni tahun 2015.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross
sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal yang ada di RSUD Indramayu pada bulan Januari – Juni tahun 2015 teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar check list. Analisis data yang digunakan Analisis Univariat dan Analisis Bivariat.
Hasil penelitian ini adalah mayoritas ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum sebanyak 37 orang (74%), terjadi pada ibu bersalin primipara sebanyak 31 orang (62%) dan terjadi pada ibu yang memiliki berat badab bayi baru lahir antara 2500 – 4000 gram sebanyak 44 orang (88%). Analisa dalam penelitian ini menggunakan rumus Chi Square dengan bantuan program SPSS For Windows 7 Vertion, di perleh Ï value sebesar
0,000 sedangkan nilai É‘ sebesar 0,05 karena Ï value < nilai É‘ maka Ha diterima.
Kesimpulannya terdapat hubungan antara paritas ibu bersalin dan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal di RSUD Indramayu periode Januari – Juni tahun 2015. Diharapkan semua tenaga kesehatan khususnya bidan dapat mengurangi angka kesakitan bahkan angka kematian yang disebabkan dari perdarahan ruptur perineum atau dari faktor lain, dan dapat melakukan pertolongan persalinan sesuai standar (APN).
