Hubungan Antara Usia dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Kista Ovarium di RSUD ‘45 Kuningan Periode 01 Januari – 30 November Tahun 2014
Keywords:
Usia, Paritas, KistaOvariumAbstract
Kista atau tumor merupakan bentuk gangguan pertumbuhan sel-sel otot polos pada ovarium yang jinak dan banyak menyerang wanita pada usia reproduktif.Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia angka kejadian kista ovarium di Indonesia mencapai 37,2%, dan paling sering terdapat pada wanita berusia antara 20-50 tahun. Sedangkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 24 s.d. 29 November 2014 sebanyak 25 orang wanita mengalami kasus ginekologi dan 28% diantaranya mengalami kasus kista ovarium. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian kista ovarium yang dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2014 s.d. 03 Januari
2015 di RSUD ’45 Kuningan.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu jumlah seluruh wanita yang
dirawat dengan kasus ginekologi di RSUD ’45 Kuningan. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diambil dari buku laporan tahunan dan rekam medis pasien periode 01 Januari s.d. 30 November 2014. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan metode uji
statistik Chi Square.
Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas kasus ginekologi terbanyak adalah kista ovarium yaitu 51.35%, mayoritas ibu dengan usia reproduksi yaitu
52.2%, mayoritas ibu derngan paritas multipara yaitu 38.7%, berdasarkan hasil uji Chi Square usia ibu yang dirawat dengan kasus kista ovarium didapatkan P value = 0.00, α = 0.05 sehingga P value ≤ α artinya Ha diterima. Paritas ibu yang dirawat dengan kasus kista ovarium didapatkan P value = 0.00, α = 0.05 sehingga P value ≤ α artinya Ha diterima.
Kesimpulannya bahwa ada hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian kista ovarium, sehingga diharapkan bagi wanita agar lebih memperhatikan kesehatan reproduksinya dan rumah sakit sebagai sarana kesehatan bagi masyarakat dapat meningkatkan kualitas dalam pelayanan terutama pemberian informasi tentang kista ovarium kepada keluarga dan masyarakat sehingga dapat meminimalisir kejadian kista ovarium
