HUBUNGAN ANTARA KEHAMILAN SEROTINUS DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD INDRAMAYU PERIODE 01 SEPTEMBER-30 NOVEMBER TAHUN 2014

Authors

  • Ayu Wulansari Akbid Muhammadiyah Cirebon
  • Tonasih Tonasih Akbid Muhammadiyah Cirebon
  • Eka Ratnasari Akbid Muhammadiyah Cirebon

Keywords:

Kehamilan Serotinus, Asfiksia

Abstract

Menurut  Survei  Demografi  Kesehatan  Indonesia  (SDKI)  tahun  2012  AKB

mencapai 32 per 1.000 KH. Menurut profil kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun

2013,  AKB  di  Jawa  Barat  yaitu  30  per  1.000  KH.  Berdasarkan  hasil  studi pendahuluan  yang  telah  dilakukan  peneliti  pada  24-30  November  2014  dengan

melihat  buku  laporan  persalinan  di  RSUD  Indramayu,  terdapat  24  ibu  dengan

kehamilan serotinus dari 87 (28%) jumlah ibu bersalin, dari 24 ibu dengan kehamilan serotinus terdapat 18 (75%) bayi mengalami asfiksia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kehamilan serotinus dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Indramayu periode 01 September-30 November tahun

2014.

Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 679 ibu bersalin. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yang mengambil dari buku laporan persalinan di ruang bersalin RSUD Indramayu periode 01 September -

30 November tahun 2014.

Hasil penelitian yang dilakukan di ruang bersalin RSUD Indramayu periode 01

September-30  November  tahun  2014  didapatkan  bahwa  dari  344  (50,66%)  ibu bersalin dengan kehamilan serotinus melahirkan bayi dengan asfiksia sebanyak 340

(98,83%) bayi baru lahir. Hasil penelitian ini didapatkan pvalue 0,000 dengan α =

0,05 sehingga pvalue < α,  artinya Ha diterima, sehingga terdapat hubungan antara

kehamilan serotinus dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir di RSUD Indramayu

periode 01 September-30 November 2014.

Kesimpulannya terdapat hubungan antara kehamilan serotinus dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir. Jadi, diharapkan bidan dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas pelayanan sesuai dengan standar dalam memberikan asuhan kebidanan, terutama dalam menangani ibu bersalin dengan kehamilan serotinus agar tidak terjadi asfiksia pada BBL dan dapat menangani asfiksia BBL sehingga berkurangnya angka kematian bayi disebabkan asfiksia

Downloads

Published

2019-01-09

Most read articles by the same author(s)