HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PMB LAILA, SST KOTA CIREBON TAHUN 2019
Keywords:
karakteristik ibu, ASI eksklusifAbstract
Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 34 per 1.000 kelahiran hidup (KH) (Indonesia Demografic and Health Survey, 2007). Angka di atas menunjukkan bahwa Indonesia masih belum bisa memenuhi target ke empat dari MDGs tahun 2015 yaitu menurunkan angka kematian anak (bayi dan balita) menjadi dua per tiga dari keadaan pada tahun 1990, di mana AKB diharapkan turun menjadi 23 per 1000 KH. (BAPPENAS, 2010). Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 1997, cakupan ASI Eksklusif (pemberian air susu ibu kepada bayi sampai usia 4 bulan) di Indonesia baru mencapai 52% dari yang ditetapkan sebesar 80% pada tahun 2005. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2010) menunjukkan bahwa pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Persentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan usia 6 bulan hanya 15,3%. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih relatif rendah. Terutama ibu bekerja, sering mengabaikan pemberian ASI dengan alasan kesibukan kerja. Padahal tidak ada yang bisa menandingi kualitas ASI, bahkan susu formula sekalipun.
Tujuan penelitian: menganalisis hubungan antara karakteristik ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di PMB Laila, SST Tahun 2019
Metode: Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional besar sampel sebesar 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan. Teknik sampling dilakukan dengan accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square, dengan ? > 0,05.
Hasil: tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan. Dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah PMB laila, SST.
