FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PROSES PERSALINAN DI BPM HJ.METI DARMAWATI,SST KABUPATEN CIREBON TAHUN 2016
Keywords:
Paritas, umur, pendidikan, tingkat kecemasanAbstract
Perubahan psikologi pada ibu hamil khususnya trimester III terkesan lebih kompleks . Ibu yang tidak mempunyai persiapan untuk melahirkan akan lebih cemas dan memperlihatkan ketakutan dalam suatu periaku diam hingga menangis. Sekalipun peristiwa kelahiran sebagai fenomenal fisiologis yang normal, kenyataannya proses persalinan berampak terhadap perdarahan, kesakitan luar biasa (Janiwarty & Pieter, 2012).
Tujuan penelitian : untuk mengetahui Faktor-Faktor Apakah Yang
Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Di BPM Hj M Tahun 2016.
Desain penelitian : observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. waktu pelaksanaannya pada tanggal 15 jaunari 2016 - 22 Januari 2016
Populasi yang diambil adalah ibu hamil yang memeriksakan kandungannya di
BPM Hj M tahun 2016, dan sampel penelitian menggunakan tekhnik total sampling, dengan jumlah 30 ibu. Pengumpulan data melalui data primer.
Hasil penelitian: menunjukkan bahwa kecemasan ringan 73%, sedang 23,3%, dan berat 3,3%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, paritas dengan tingkat kecemasan ibu, sedangkan
tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan.
Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa kecemasan ringan 73%, kecemasan sedang 23,3 %, kecemasan berat 3,3%. Hasil uji statistic menunjukan
bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, paritas dengan tingkat kecemasan
ibu hamil menjelang proses persalinan. Sedangkan pendidikan tidak ada hubungan dengan tingkat kecemasan ibu hamil menjelang proses persalianan.
Saran : perlu ditingkatkan peran dan dukungan dari petugas kesehatan dengan
meningkatkan jasa konsultasi yang berguna bagi ibu hamil untuk dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi proses persalinan, serta perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalinan kaitannya dengan frekuensi kunjungan antenatal care.
