Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Curcuma xanthorrhiza Roxb terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes
(Antibacterial Activity of Ethanol Curcuma xanthorrhiza Roxb Extract Against Streptococcus pyogenes)
Keywords:
Rimpang temulawak, antibakteri, zona hambatAbstract
Temulawak (Curcuma xanthorriza) merupakan suatu tumbuhan yang telah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional. Rimpang temulawak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti antimikroba, antibakteri, antidiare, antipiretik dan antitumor. Temulawak mengandung senyawa kurkumin yang merupakan senyawa fenolik dengan aktivitas yang beragam diantaranya antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol rimpang temulawak terhadap bakteri Streptococcus pyogenes. Metode Disc diffusion Kirby-Bauer digunakan dalam penelitian ini. Simplisia rimpang temulawak dimaserasi dengan pelarut etanol selama 3 x 24 jam. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri terhadap ekstrak etanol rimpang temulawak. Amoksilin sebagai kontrol positif dan dimetil sulfoksida (DMSO) digunakan sebagai kontrol negatif. Uji antibakteri yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temulawak memiliki nilai zona hambat sebesar 13 mm terhadap bakteri S. pyogenes, nilai ini bahkan lebih tinggi dari nilai antibakteri amoksilin sebagai kontrol positif (11 mm).
