GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI EKSKLUSIF BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI BPM ATI SURYATI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2016

Authors

  • sri musfiroh Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, 45135
  • siti difta rahmatika Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, 45135

Keywords:

Pengetahuan ibu nifas, ASI Eksklusif, Karakteristik

Abstract

Angka  Kematian  Bayi  (AKB)  di  Jawa  Barat  pada  tahun  2010-2012, angka kematian bayi mencapai 4.650 per 1.000 Kelahiran Hidup. Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) memperlihatkan terjadinya penurunan  prevalensi  ASI  eksklusif  dari  40,2%  pada  tahun  2009  menjadi

39,5%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti melalui kuesioner langsung kepada 10 orang ibu nifas yang dilakukan tanggal

25 Desember tahun 2015 di BPM Ati Suryati, sebanyak 60% yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya dan lebih memilih memberikan susu formula kepada bayinya. dan 40% yang memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang ASI Eksklusif berdasarkan karakteristik.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 5-20 Januari 2016. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas baik postpartum normal ataupun dengan tindakan operasi SC di BPM Ati Suryati sebanyak 30 responden.

Hasil penelitian yang dilakukan di BPM Ati Suryati Kabupaten Crebon adalah   mayoritas   ibu   nifas   berumur   20-35   tahun   berpengetahuan   baik sebanyak 20 responden (66,6%), ibu nifas berparitas multipara berpengetahuan baik sebanyak 20 responden (66,7%), dan berdasarkan pendidikan didapat ibu nifas yang berpenddikan SMA sebanyak 12 responden (40%).

Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan ibu nifas tentang ASI Eksklusif adalah baik. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan pendekatan  dan  konseling  pada  ibu  menyusui,  serta  bekerjasama  dengan suami atau keluarga ibu dalam memberikan dukungan terhadap pemberian ASI Eksklusif, dan pada saat persalinan segera melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) agar dapat menerapkan pemberian ASI Eksklusif.

Downloads

Published

2019-04-02