FAKTOR RISIKO KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN AHMAD PROPINSI RIAU PEKANBARU TAHUN 2017

Authors

  • Mustika Hana Harahap Program Studi D III Kebidanan, STIKes Payung Negeri Pekanbaru, Jln. Tantama no 6 Labuh Baru Pekanbaru, Riau, Indonesia

Keywords:

Kanker Ovarium, Umur, Paritas, Usia Menarche, Riwayat Keluarga, Pemakaian Bedak

Abstract

Latar Belakang : Kanker ovarium adalah tumor ganas yang terdapat pada indung telur. Prevalensi kanker ovarium di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru mengalami peningkatan setiap tahun. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kanker ovarium berdasarkan Usia, Riwayat keluarga, Paritas, Usia menarche, Pemakaian bedak tabur di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Metode : Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case – control, yang bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kanker ovarium menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah 236 orang. Pengambilan sampel berdasarkan OR penelitian terdahulu diperoleh 64 orang yang terkena kanker ovarium dan 64 orang yang tidak terkena kanker ovarium. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil : Hasil penelitian di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru berdasarkan analisis univariat diperoleh mayoritas kasus berusia > 45 tahun yaitu 41 orang (64%) dan mayoritas kontrol berusia > 45 tahun yaitu 39 orang (61%), mayoritas kasus memiliki paritas < 2 yaitu 43 orang (67,2 %) dan mayoritas kontrol memiliki paritas ≥ 2 sebanyak 35 orang (54,7 %), mayoritas kasus memiliki usia menarche ≤ 12 tahun yaitu 33 orang (51,6% ) dan mayoritas kontrol memiliki usia menarche > 12 sebanyak 45 orang (70, 3 %), mayoritas kasus memiliki riwayat keluarga adalah Tidak yaitu 59 orang (92,2%) dan mayoritas kontrol adalah Tidak memiliki Riwayat keluarga yaitu 61 orang (95,3 %), mayoritas kasus memakai bedak adalah Ya yaitu 47 orang (73,4 %) dan mayoritas kontrol memakai bedak adalah Ya yaitu 37 orang (57,8%). Berdasarkan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara kanker ovarium dengan umur (p=0,045 dan OR=2,255), paritas (p=0,019 dan OR=2,556), usia menarche (p=0,019 dan OR=2,521), riwayat keluarga (p=0,006 dan OR=2,143), tidak memiliki hubungan terhadap pemakaian bedak (p=0,094 dan OR=2,017). Berdasarkan analisis multivariat diperoleh variabel yang diteliti tidak memiliki pengaruh terhadap kanker ovarium.

Kesimpulan : Kesimpulan penelitian adalah wanita usia > 45 tahun memiliki risiko 2 kali menderita kanker ovarium dibanding wanita usia ≤ 45 tahun. Wanita dengan paritas < 2 memiliki risiko 2 kali menderita kanker ovarium dibanding wanita dengan paritas ≥ 2. Wanita dengan usia menarche ≤ 12 tahun memiliki risiko 2 kali menderita kanker ovarium dibanding wanita dengan usia menarche > 12 tahun. Wanita yang memiliki riwayat keluarga memiliki risiko 2 kali menderita kanker ovarium dibanding wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga. Wanita yang memakai bedak dimasa lalu memiliki risiko 2 kali menderita kanker ovarium dibanding wanita yang tidak memakai bedak.

Downloads

Published

2019-01-23