FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA ASUH IBU MUDA DALAM HAL PEMBERIAN MAKAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA BAYI DI KECAMATAN MUNDU KABUPATEN CIREBON TAHUN 2015
Abstract
Gizi merupakan unsur yang sangat penting bagi pembentukan tubuh manusia yang berkualitas, maka perlu dipelajari tentang cara pemberian makanan pada bayi dan anak di mana golongan ini merupakan generasi yang akan mengisi masa depan. Ketidak cukupan gizi yang diperlukan akan menimbulkan gangguan fisiologi dan metabolisme tubuh bayi dan anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon tahun 2014, terdapat 25 persen ibu yang memberikan makanan tambahan kepada bayi berumur 2-3 bulan, seperti bubur nasi, pisang dan 60 persen terhadap bayi yang berumur 4-5 bulan. Selain itu, pencegahan penyakit infeksi pada bayi juga sangat penting dilakukan oleh ibu agar bayi terhindar dari penyakit, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Metode yang digunakan adalah Metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner yang dilakukan kepada ibu muda yang memiliki bayi sebanyak 85 ibu. Analisis data yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda.
Berdasarkan analisis bivariat disimpulkan terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, status ekonomi, keterpaparan media massa dan dukungan keluarga terhadap pola asuh ibu muda dalam hal pemberian makan dan pencegahan penyakit infeksi pada bayi, sedangkan variabel pendidikan, jarak ke pelayanan, keterbatasan bahan makanan dan dukungan petugas kesehatan tidak berpengaruh terhadap pola asuh ibu muda dalam hal pemberian makan dan pencegahan penyakit infeksi pada bayi karena memiliki p value > α. Hasil analisis multivariat disimpulkan variabel yang paling dominan mempengaruhi pola asuh adalah sikap ibu dengan nilai OR=5,143.
Kesimpulan sebagian besar ibu muda mempunyai pola asuh kurang dalam hal pemberian makan dan pencegahan penyakit infeksi pada bayi yang dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, status ekonomi, keterpaparan media massa dan dukungan keluarga. Saran diharapkan bidan dapat memberikan informasi melalui pendidikan postnatal sehingga pengetahuan ibu tentang pola asuh ibu terhadap pemberian makan dan pencegahan penyakit infeksi pada bayi menjadi baik.
