FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN IKTERUS PADA BAYI DI RUANG PERINATOLOGI RSUD 45 KUNINGAN JANUARI s.d. DESEMBER TAHUN 2015
Keywords:
Berat Badan Lahir, Keadaan Saat Lahir, Riwayat Penyakit Ibu, IkterusAbstract
Salah satu tujuan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 adalah mengukur tingkat dan kecenderungan kematian bayi dan anak. Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia menurut survei SDKI pada 2010 sebesar
26/1.000 kelahiran hidup, sedangkan pada 2012 meningkat sebesar 34/1.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi karena tinggi pula angka kesakitan yang tidak dapat ditangani. Ikterus adalah salah satu penyumbang angka kesakitan bayi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus di ruang perinatologi RSUD 45 Kuningan periode Januari s.d. Desember 2015.
Metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan ikterus yang dirawat di ruang perinatologi RSUD 45 Kuningan yang memenuhi syarat sebagai responden sebanyak 64 bayi dengan teknik pengambilan sampel total sampling, dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu melihat dari status pasien. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus Chi Square. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 8 Januari 2016.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa mayoritas bayi yang mengalami ikterus patologis sebanyak 55 bayi. Bayi dengan berat lahir <2500 gram hanya
34 bayi dan dari hasil uji Chi Square di peroleh p – value = 0,582 maka tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian ikterus. Bayi
dengan keadaan saat lahir asfiksia berjumlah 18 bayi dan dari hasil uji Chi
Square di peroleh p – value = 0,492 maka tidak terdapat hubungan antara keadaan saat lahir dengan kejadian ikterus. Mayoritas bayi tidak memiliki
riwayat penyakit ibu yaitu berjumlah 61 bayi dan dari hasil uji Chi Square di
peroleh p – value = 0,630 maka tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit ibu dengan kejadian ikterus.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah berat badan lahir, keadaan saat lahir dan riwayat penyakit ibu bukan salah satu faktor terjadianya ikterus pada
bayi. Namun demikian faktor diatas dapat memberikan dampak lain pada bayi dan ikterus dapat terjadi karena faktor lain, maka dari itu petugas kesehatan
tetap mewaspadai terjadinya ikterus pada setiap bayi.
