HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR YANG SUDAH MENIKAH DENGAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DI DESA SUKARAME KECAMATAN SUKARAME KABUPATEN TASIKMALAYA

Authors

  • Heni Hendarsah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat

Keywords:

wanita usia subur, deteksi dini, kanker leher rahim

Abstract

Di   Indonesia,   kanker   leher   rahim   merupakan   penyebat   kematian   wanita   dan diperkirakan terdapat 100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk pertahunnya.  Selama  dua  dekade  kanker  rahim  masih  menempati  urutan  pertama diantara   semua   jenis  kanker   sebesar   65%  hal  ini  tidak  lepas   dari  kurangnya pengetahuan mengenai kanker ini, dimana kurangnya pengetahuan wanita usia subur menghindari ganti-ganti pasangan, nikah usia muda, perokok, tidak mengetahui pap smear  dan  IVA  (Inspeksi  Visual  Asam  Asetat).  Indikasinya  adalah  lebih  dari  70% penderita datang ke rumah sakit adalah pada kondisi lanjut.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan tentang deteksi dini kanker  leher  rahim  pada  wanita  usia  subur  yang  sudah  menikah,  mendapatkan gambaran  tentang  pelaksanaan  deteksi  dini  kanker  leher  rahim  dan  mengetahui hubungan pengetahuan wanita usia subur yang sudah menikah dengan deteksi dini kanker leher rahim.

 

Metode yang digunakan adalah survey dengan pendekatan cross sectional, sampel 96 orang wanita usia subur dari populasi sebanyak 960 orang. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa yang tidak melakukan deteksi dini paling banyak dengan kategori kurang dan ada hubungan yang bermakna dengan hasil uji chi square didapatkan hubungan tentang kanker leher rahim antara pengetahuan dan deteksi dini yang ditunjukan dengan nilai χ2 sebesar 37,288 dengan nilai Ï value sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini karena pengetahuan tentang kanker leher rahim masih rendah sehingga sasaran tidak melakukan deteksi dini kanker leher rahim.

 

Kesimpulan menunjukan bahwa karena kurangnya pengetahuan wanita usia subur berdampak pada sangat sedikit sekali yang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim.   Diharapkan agar bidan meningkatkan kualitas pelayanan, mengikuti pelatihan deteksi dini kanker leher rahim serta meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang deteksi dini kanker leher rahim dan dilengkapinya sarana untuk pemeriksaan deteksi dini, sehingga dapat meninimalkan jumlah wanita yang terkena kanker leher rahim.

Downloads

Published

2019-01-08