Literature Review Faktor-faktor yang Berhubungan dengan kejadian Stunting Balita Tahun 2020

Authors

  • Nisa Rizki Nurfita STIKes Muhammadiyah Cirebon

Keywords:

Stunting, Balita

Abstract

Latar Belakang: Global Nutrition Report (GNR) stunting merupakan insiden yang terjadi secara global, diperkirakan sekitar 171 juta sampai 314 juta anak berusia dibawah lima tahun mengalami stunting dan 90% diantaranya berada di negara-negara Benua Afrika dan Asia[1]. GNR  menunjukkan negara berkembang termasuk Indonesia merupakan salah satu negara dari 117 negara yang mempunyai masalah stunting, wasting dan overweight pada balita didunia[2]. Prevalensi stunting  dunia yaitu 22,2%, Word Health Organization (WHO) sudah menentukan bahwa terjadinya masalah gizi disuatu negara sebaiknya kurang dari 20%[3] Prevalensi di Asia seperti Philipina dan Thailand 10,5% (2017) Malaysia 20,7% (2016), India 38,4% (2015), Bangladesh 36,1% (2014), Pakistan(45% 2012), Indonesia 30,8% (2018). Pada tahun 2019 angka kejadian stunting di Indonesia sebesar 27,67%[4]. Stunting  memiliki resiko gizi kronis, yang muncul sebagai akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung cukup lama pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Tujuan: Menganalisa faktor-faktor yang berhubungan  dengan kejadian stunting pada balita. Metode:Literatur review dengan mengumpulkan artikel-artikel menggunakan search engine seperti google scholar, google cendekia dan research gate, guna menelusuri faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  stunting  dan dampak pada tumbuh kembang pada balita. Hasil: Lima belas studi memenuhi kriteria inklusi. Dari 15 studi utama mencakup berbagai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stuting diantaranya terbagi menjadi 2 kategori yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung terdiri dari  peyakit infeksi, pengetahuan ibu, pendapatan keluarga dan pemenuhan gizi makronutrien seperti (karbohidrat, lemak, dan protein). Faktor tidak langsung terdiri atas ketersedian pangan, berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi, panjang badan lahir, pola asuh, Air Susu Ibu  (ASI) ekslusif, MP-ASI, peran pemerintah, tenaga kesehatan, desa, tokoh masyarakat (TOMA),dan tokoh agama (TOGA).

Downloads

Published

2021-12-21