HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, USIA, DAN PARITAS AKSEPTOR KB SUNTIK DENGAN PENGETAHUAN TENTANG EFEK SAMPING KB SUNTIK DI BPM SITI KORIAH, SST., M.KES TAHUN 2017
Keywords:
pendidikan, usia, paritas, akseptor, pengetahuan, efek samping KB suntikAbstract
Menurut data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Indramayu 2010 pengguna KB suntik 158.305 akseptor, namun dari hasil data tersebut masih banyak didapatkan akseptor KB suntik yang mengalami kekhawatiran karena efek sampingnya. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di BPM Siti Koriah, SST., M.Kes Kabupaten Indramayu 70% diantaranya tidak mengetahui apa saja efek samping dari pemakaian KB suntik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, usia, dan paritas akseptor KB suntik dengan pengetahuan tentang efek samping KB suntik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan
cross sectional, dilakukan di BPM Siti Koriah, SST., M.Kes pada tanggal 4-8
Januari 2017. Pengambilan sampel Accidental Sampling diperoleh sampel sebanyak 40 akseptor KB suntik dengan menggunakan data primer dan membagikan kuesioner kepada akseptor KB suntik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang efek samping KB suntik dengan nilai P Value=0.005 dimana p<0.05, terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan tentang efek samping KB suntik dengan nilai P Value=0.002 dimana p<0.05, terdapat hubungan antara paritas dengan pengetahuan tentang efek samping KB suntik dengan nilai P Value 0.001 dimana p<0.05.
Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar akseptor KB suntik dengan tamat pendidikan SMA, berusia 20-35 tahun, dengan paritas multipara, Terdapat hubungan antara pendidikan, usia, dan paritas dengan pengetahuan tentang efek samping KB suntik. Diharapkan Bagi tenaga kesehatan khususnya bidan hendaknya selalu meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta konseling tentang efek samping KB suntik.
