HUBUNGAN ANTARA STIMULASI IBU DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA 3-48 BULAN DI TPA ANAK SHOLEH 2019
Keywords:
Stimulasi ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anakAbstract
Latar belakang: Di indonesia jumlah anak usia balita sebanyak 23,7 juta,
10,4% dari total penduduk indonesia (IDAI,2008). Pertumbuhan dan perkembangan yang baik merupakan syarat mutlak untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, gangguan tumbuh kembang akan menghambat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sebagai penentu masa depan pembangunan bangsa dan negara (Nyoman, 2002). Pada anak balita jika ada kelainan/penyimpangan sekecil apapun, apabila tidak terdeteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia kelak di kemudian hari (Soetjiningsih,2012).
Dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di Indonesia ini dilakukan melalui beberapa hal, yaitu salah satunya adalah meningkatkan kualitas hidup ibu sebagai orang tua pemegang kunci falsafah “asah, asih, dan asuh” (Soetjiningsih, 2012).
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis Bagaimana hubungan Antara stimulasi ibu dengan Perkembangan Pada bayi, balita, dan anak pra sekolah (usia 3-48 bulan) di TPA Anak Sholeh. Metode: Penelitian yang digunakan adalah penelitian analitis dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan cara simpel total sampling dan didapatkan sebanyak 30 Anak. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square, dengan > 0,05. Hasil: Berdasarkan Uji statistik dengan menggunakan uji chi-square di peroleh p value= 0,43 sedangkan p=0,05 karena P value >0,05 maka Ha ditolak artinya tidak terdapat hubungan antara stimulasi ibu dengan perkembangan pada bayi, balita dan anak pra sekolah (usia 3-48 bulan) di TPA Anak Sholeh. Dan Berdasarkan Uji statistik dengan menggunakan uji chi- square di peroleh p value= 0,03 sedangkan p=0,05 karena P value <0,05 maka Ha diterima artinya terdapat hubungan antara stimulasi ibu dengan pertumbuhan pada bayi, balita dan anak pra sekolah (usia 3-48 bulan) di TPA Anak Sholeh.
Kesimpulan: Mayoritas ibu melakukan stimulasi pertumbuhannya saja tetapi belum maksimal dalam melakukan stimulasi Perkembangan.
