ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PENERAPAN INFORMED CONSENT PADA PELAYANAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN BREBES

Authors

  • siti nurdiyana AKBID Citama Depok

Keywords:

bidan, KB, Informed Consent, Intra Uterine Device

Abstract

Kasus drop out  peserta KB IUD semakin meningkat, yaitu 192 peserta pada tahun 2011, 322 peserta pada tahun 2012 dan 412 peserta pada tahun 2013. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kinerja bidan dalam menerapkan proses informed consent pada pelayanan kontrasepsi IUD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam penerapan  Informed Consent pada pelayanan kontrasepsi Intra Uterine Device.

Metode penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan metode angket menggunakan kuesioner terstruktur untuk variabel keterampilan, sikap, motivasi, persepsi terhadap supervisi, sarana prasarana dan kinerja, serta wawancara untuk variabel pengalaman dan beban kerja. Jumlah responden 120 bidan yang mempunyai sertifikat CTU (Contraceptive technology Up To Date) dipilih secara purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.

Hasil penelitian menunjukkan kinerja bidan dalam penerapan Informed Consent masih kurang (55,8%). Rerata umur bidan 34,7±SD 6,1 tahun, rerata masa kerja 12,2±SD 6,7 tahun, dan 90,8% berpendidikan D3 kebidanan. Presentase bidan mempunyai keterampilan kurang sebesar 56,7%, pengalaman kurang 60%, bersikap negatif 50,8%, motivasi rendah 56,7%, persepsi terhadap supervisi kurang 52,5%, beban kerja ringan 52,5%, dan sarana prasana tidak lengkap 50%. Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kinerja bidan adalah keterampilan (p=0,040), pengalaman (p=0,001), sikap (p=0,0001), beban kerja (p =0,022) dan sarana prasarana (p=0,001). Variabel yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja bidan adalah sikap (Exp.B=3,631), pengalaman (Exp.B=3,047), keterampilan (Exp.B=2,828), dan sarana prasarana (Exp.B=2,664).

Disimpulkan bahwa sikap bidan dalam penerapan informed consent merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja bidan. Disarankan pada pihak Puskesmas untuk mengadakan pelatihan pada bidan tentang penerapan proses informed consent, sehingga mampu meningkatkan sikap bidan pada pelayanan kontrasepsi IUD.

Downloads

Published

2018-06-15